Sabtu, 11 Juni 2016

Tanpa Judul

               Tanpa Judul

By:N.Etika 
                                                                               1
                Aku membuka mataku dengan malas-malasan.Kulirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.Sinar mentari telah masuk kedalam kamarku melewati celah-celah jendela,dan ku dengar suara kicauan burung yang selalu bernyanyi setiap pagi di atas pohon didepan rumahku.Hoem...,Aku menguap.Rasanya masih ingin bermalas-malasan lebih lama,ku tarik kembali selimutku.Sebelum selimut tebalku kembali menyelimuti seluruh tubuhku,dering handphone-ku nyaring masuk mengganggu telingku.Aku mendengus kesal,dengan malasnya aku mengambil handphone yang berada diatas meja sebelah ranjangku.
Astaga...,aku lupa bahwa hari ini aku ada janji dengan Andre Laksono,ia adalah teman SMP-ku.Ya,sebenarnya ia bukan hanya sekedar teman SMP biasaku tetapi,ia dan aku pernah menjalin sebuah hubungan.Walaupun hubungan itu masih dianggap hanya cinta monyet yang biasa terjadi di kalangan anak SMP.Tanpa berfikir panjang aku langsung bergegas mandi untuk mempersiapkan diri.
“yang mana yang harus ku pakai?”gumam ku dengan nada panik
Waktu terus berjalan dan sampai saat ini aku masih bingung dengan pakaian apa yang harus ku kenakan.Akhirnya aku menjatuhkan pilihanku pada mini dress selutut berwarna biru dengan sebuah ikat pinggang coklat yang melingkar di pinggangku.Menambahkan sedikit polesan diwajahku.
                “oke,aku siapJ” ucapku kepada bayangan diriku didalam cermin
Aku berjalan menuruni tangga rumahku,belum sepenuhnya turun tiba-tiba
                “wihh...,tumben udah wangi.mau kemana sih adik gue yang jelek.” Ledek Kak Dika sambil memberantakan rambutku
Naradikha Pratama adalah seorang kakak yang sangat menyebalkan bagiku,walaupun begitu dia juga sering aku jadikan bahan percobaan
                “ihh...,apaan sih lo,kak.jadi berantakan nih rambut gue” Aku segera merapikan rambutku kembali
                “sorry deh.kalau mau keluar jangan lupa beli pesenan gue.Woyy Shasa!!”
Tanpa memperdulikan perkataannya,aku pergi meninggalkannya.
"Shasa,awas sampai lo pulang gk bawa pesenan gue"
Lagi-lagi gue gak memperdulikan perkataannya.
 Sesampainya gue di cafe matahari,mata gue langsung melihat kesana kemari,belum selesai mata gue nyari dia tiba-tiba handphone gue berdering dan yap,andre yang nelpon.Tanpa berfikir panjang gue angkat telpon Andre.
"Hallo" ucap kami berdua,tanpa sengaja bersamaan
"Hahah" lagi-lagi kami berdua berbicara bersamaan
"Ko bisa bareng ya?mungkin kita masih jodoh"kata andre
"Hahah,,mulai deh ngarep.oya ndre,loduduk dimana?" Kata gue dengan muka polos sambil celingukan
"Gue belum duduk" kata andre
"Oh lo belum dateng?yaudah gue tunggu deh."kata ku kepadanya
"....."Tak ada jawaban
"Hallo ndre,lo masih ad.."
Belum sempat gue melanjutkan perkataan,tiba-tiba ada dua telapak tangan yang menutup mata gue.Dengan kesal gue marah
"Hey,ini siapa ya? Jangan main-main dong"
"Ini gue sha.Andre Laksono" bisik andre ditelinga gue dan berhasil membuat bulu kuduk gue seketika berdiri
Dia melepaskan tanggannya dari mata gue,dan gue berbalik badan menghadap dia.karena saat dia menutup mata gue jarak kita dekat,alhasil sekarang membuat jarak gue dengan dia lebih dekat lagi,hal itu bukannya membuat dia mundur,tetapi dia malah mengembangkan senyuman dipipinya.
Deg,,membuat detak jantung gue berdetak begitu cepat sama seperti saat 2 tahun lalu dia mengungkapkan perasaannya ke gue.
Oh tuhan,apa yang yang sekarang harus ku lakukan.keluhan batin itu membuat gue terlihat gugp didepannya.
“sha,ayo.” Tanpa menunggu jawaban dari gue,dia langsung menarik tangan gue ke salah satu meja yang terdapat di cafe tersebut.Ternyata dia telah memesan meja untuk kami.
“sha,gimana sekolah lo?”tanya andre 
“oke ko” jawab gue dengan simple dan kembali meminum jus yang gue pesan
“Udah ada pacar baru belum nih?” tanya dia dengan nada serius dan menatap gue
“uhukh uhukh” mendengar pertanyaannya membuat gue tersedak jus yang gue minum.Dengan sigap andre langsung mengambil tissue yang ada diatas meja dan memberikannya kepada gue.
               

“aduh,maaf sha maaf.Pertanyaan gue salah ya?” ucapnya dengan nada bersalah
                “Enggak ko,gue Cuma kaget aja tiba-tiba lo nanya kayak gitu” jawab gue dengan kalimat yang mendukung bahwa dia tidak bersalah
Seketika keheningan terjadi di meja kami,semua ini terjadi karena pertanyaan yang dilontarkan andre kepadaku tadi.Aku memberanikan diri mencoba mengawali kembali percakapan  yang sebelumnya kami lakukan.
                “ndre,tentang pertanyaan lo yang ta...” Belum selesai gue bicara,Andre memotongnya
                “udah,gak dijawab juga gak apa-apa ko.Lagi juga tadi gue cuma iseng aja”
                “lo kenapa sih ndre,ko jadi kaku gini?udah santai aja,lagi juga gue mau jawab.setelah 2 tahun lalu gue gak minat untuk punya hubungan lebih dari teman sama siapa pun” jelas gue
Ya,memang setelah putus dari Andre aku belum menjalin hubungan lagi dengan lelaki manapun.Aku menjalin hubungan dengan Andre selama 1 tahun dan putus dari dirinya karena dia menjalin hubungan dengan wanita lain selain diriku.SELINGKUH.itulah yang dia lakukan dulu kepada diriku.Bukan berarti sampai saat ini aku belum menjalin hubungan itu karena takut di selingkuhi lagi,tetapi aku hanya ingin fokus dengan sekolahku saja.


:):)                          Setelah mendengar jawabanku,kami kembali saling bercerita.Setelah lulus SMP kami memang tidak pernah bertemu dan baru hari ini kmi bertemu kembali.  



"Nih,jangan lupa ganti uang gue" ucap gue sambil menyodorkan buku pesanan kak dikha
"Gue kira lo lupa atau gak akan mau beliin pesenan gue." Ucap girang kak dikha sambil baca buku sains yang baru gue beli
"Ya tadinya sih gue males beliinnya,lagi juga buku inikan udah terbitan 3 tahun lalu.Terbitan kapan lo baru beli skrg.kudet sih lo,kak."jawab gue dengan nada sedikit meremehkan kakak gue.
"Oh jadi gitu ya..."dia bicara sambil mengelitiki pinggangku.
"Hahahahhhhaaaa...ampun-ampun hahah" jerit tawa gue memenuhi rumah
"Hahhahah hahah" kak dikha ikut tertawa karena gue juga membalas kelitikannya
'Ini ada apa sih?suara kalian itu terdengar sampai garasi depan loh." Ucap mamah gue yang datang secara tiba -tiba
"Eh mamah,ini mah kakak jail banget" gue mengadu ke mamah dengan nada sedikit manja
"Mulai deh kambuh penyakit manjanya." Keluh kakak gue sambil membaca buku sainsnya kembali.
"Yaampun kalian ini dari dulu lucu banget ya " ucap mamah sambil memeluk gue sesaat
Dirumah ini gue tinggal ber-empat bersama mamah,kak dikha dan bi' marni.Mamah sudah lama pisah sama papah,cerai.Dan kabar terakhir yang gue tau dari mamah,sekarang papah sudah memiliki keluarga baru di Singapura.Sekarang gue udah gak peduli sama papah,begitu pula kak dikha.Tapi mamah selalu berkata "bagaimana pun beliau orangtua kalian"
"Mah,aku ke kamar dulu ya."Ucap gue meminta izin ke mamah,mamah hanya membalas ucapanku dengan senyuman
"Ngapain lo kekamar?" Tanya kak dikha tanpa beralih tatapan dari bukunya
"Mau ngeracik racun,buat membunuh lo.hahah" jawab gue dengan tertawa kemenangan  dan segera berjalan naik menaiki anak tangga menuju kamar
Baru gue mau  menghempaskan diri di ranjang gue,suara ketukan pintu kamar yang baru beberapa menit gue tutup terdengar ditelinga gue.”tok tokk tok...” kurang lebih begitulah suaranya.Dengan perasaan kesal gue membuka pintu
                “Hehehehhh...Sorry Sha.Gue mau nanya sama lo” ucap kak dikha
                “apaan?” jawab gue singkat
                “Kemarin Nadya nitipin coklat buat guekan?”tanya kak dikha dengan tatapan curiga
                “Iya dan coklatnya u....” Belum sempat selesai gue menjawab pertanyaannya,kak dikha langsung menuduh gue dengan tuduhan yang sangat tepat dan benar
                “Udah lo makan?! Ih lo tuh ya Sha,itukan coklat buat gue” marah kak dikha
                “Biasanya juga kalau kak dinda nitip coklat ke gue buat lo,lo gak mau dan nyuruh gue makan.Nah,maka-nya kemarin gue punya inisiatif sendiri untuk langsung makan coklatnya “
                “Ya,tapi kan coklat yang kemarin bukan dari Dinda.Ah,yaudahlah” ucap dia yang berlalu menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar gue
                “Oh ya ge paham.Lo suka sama Kak Nadya ya?”tebak gue dan berhasil memberhentikan langkahnya.
                “APAAN SIH LO,SHA!” Amarah kak gue semakin menjadi-jadi
                “CIIEE KAK DIKHA SUKA SAMA KAK NADYA,Hahahaha”Ledek gue ke kak dikha
                “SHAAASSAAAAA...”Teriak kak dikha sambil berbalik arah menuju kamar gue
Bruk*
                Suara bantingan pintu bersamaan dengan suara terbenturnya kepala kak dikha.Gue berharap semoga kak dikha kenpa-kenapa.Hahahahh.Males juga gue mikirin kak dikha,musuh terbesar dalam hidup gue.
                Gue dan kak dikha bersaing membuat racun yang paling ampuh dan hewan-hewan yang ada di sekitar kita akan menjadi makhluk pertama yang mencobanya.Hoamm.Gue menguap dan tanpa sadar gue tertidur.

Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu yang memiiki irama yang sama seperti ketukan yang semalam mengetuk kamar gue.Ya,benar saja lagi-lagi Kak Dikha mengetuk pintu kamar gue.
“Kenapa,Kak?” tanya gue
                “ Sha,cep....” belum selesai dia berbicara gue udah memotong ucapannya
                “ oh iya, sebentar kak.” Gue masuk ke dalam kamar dan mengambil tas sekolah gue
                “ Oke,Shasa siap.Ayo kak” Lanjut ge dan menarik tangannya untuk menuruni tangga untuk bergegas berangkat sekolah.
Gue dan Kak Dikha semenjak mamah bercerai,kami sudah tidak pernah berpamitan sebelum berangkat sekolah ke mamah karena mamah sudah pergi berangkat bekerja ke kantornya.Gue selalu berangkat bersama Kak Dikha dengan sebuah sepedah motor.
                                                                                JLJL

“ Kak,nanti gue pulang gak sama lo ya.Gue mau ke toko bunga mamah dulu” ucap gue
                “ Iya,jangan sore-sore kalau pulang” Nasihat Kak Dikha
                “ Oke.” Ucap gue berlalu meninggalkan Kak Dikha
"Door...hahaha"
"Shasa,lo ngagetin aja sih"ucap Vivi dengan kesalnya
"Maaf deh,lagi lo ngapain sendirian disini?" Tanya gue
"Gue lagi nungguin Raka,mau sarapan bareng" jawab Vivi sambil senyam-senyum
"Oh gitu,yaudah gue mau ke perpustakaan dulu.bye" gue berlalu meninggalkan Vivi,dan membuatnya kembali duduk sendirian menunggu kekasihnya
"Shasa!"Seseorang memanggil gue,tapi gue gak menoleh sedikitpun.Gue hanya berhenti sebentar dan kembali berjalan menuju perpustakaan.
"Hey Shasa"Lagi-lagi suara itu menggangu langkah gue.akhirnya gue menoleh kearah suara tersebut.
"Apa?" Ucap gue
"udah mau bel,ayo kekelas!" Ucap Linda,salah satu sahabat gue.Mendengar hal tersebut,gue mengurungkan niat gue keperpustakaan.
Kata Linda udah mau bel,tapi kenapa banya murid yang masih di luar kelas ahkan saat gue sampai dikelas XI Ipa 2,ya itu kelas yang gue tempati.Ga ada satu murid pun yang berada di dalamnya.Gue memandang kearah Linda,dengan polosnya dia tertawa.

                “ Hehehehhhe.Tapi gue bingung deh sekarangkan udah jam 07.00 ko belum pada masuk ya?” Tanya Linda ke gue dan membuat gue melirik jam dinding yang berada di dalam kelas.
                “ iya,ko belum masuk  ya.” Ucap gue
                “ Hey shasa,linda” seru Vivi dari kejauhan membuat gue dan Lindah menghadap kearahnya,Vivi mendekati kami dan memberitahu sesuatu
                “ Guru-guru lagi rapat,jadi pelajaran jam pertama kepotong” ucap  Vivi dengansemangat
                “ Yeeyy” seru kemenangan keluar dari mulut Linda
                “ Oh gitu yaudah gue keperpus dulu ya” ucap gue
                “ Perpus mulu” ujar Vivi
                “ Mau belajar,Sha?” tanya Linda
                “ Mau ngadem gue” jawab gue
                “ Yah dikirain mau belajar” ucap Vivi
                “ Oh iya nih tas gue,tolong  ya...”ucap gue sambil memberikan tas gue ke Linda
                “ Makasih ” lanjut gue sambil mencubit pipi Linda dan berlalu menuju perpustakaan
Sampai di perpustakaan gue mengambil tempat duduk dekat rak buku-buku agama,gue memilih duduk disitu supaya gak ada setan perpus yang suka baca buku ngegangguin gue.Gue ngeluarin handphone dan heatset,niat ge kesinikan mencari ketenangan dan mendinginkan badan bukan membaca.Daripada gue melamun lebih baikkan sambil denger musik.
Tiba-tiba ada yang menyentuh bahu gue. “Sha..” ucap seseorang yang meyentuh bahu gue,ternyata orang itu adalah kakak gue
                “ Sha,tadi gue lewat kelas lo udah ada Pak Helmi” ucap kak dikha
                “emang udah bel masuk,kak?” tanya gue
                “ Bel sekolahkan rusak.Udah sana kekelas!” Perintah kak dikha ke gue
                “ Iya iya” jawab gue dan segera berjalan menuju kelas
Sampai di kelas dengan mengetuk pintu gue berjalan masuk
                “ Permissi Pak,maaf saya telat masuk” ujap gue
                “ dari mana kamu?” tanya Pak Helmi
                “ Saya dari per.....” belum sempat gue meneruskan jawaban gue,Linda udah memotongnya. “ Perpustakaan,Pak.”
                “ Yasudah duduk” ucap Pak Helmi   
Gue duduk semeja sama Linda sedangkan Vivi sama Raka.Meja gue berada tepat dibelakang meja Vivi dan Raka.Pelajaran Matematika pun dimulai dengan serius tanpa ada suara apapun didalam kelas,terkecuali suara kipas angin.Terasa begitu menegangkan,bagaimana tidak.Saat ini Pak Helmi sedang membacakan nilai ulangan kami.
"Adi nilai kamu 65.Dimana Adi? " tanya Pak Helmi sambil celingukan
" Adi tidak hadir,pak" jawab Joni teman sebangku Adi.Pak Helmi melanjutkan membaca.
"Linda nilai kamu 80.Pertahankan!"
" iya pak" jawab Linda kegirangan
"Raka nilai kamu 75" ujar Pak Helmi
" Shasa nilai kamu tertinggi" lanjut pak helmi
" wihh"suara riuh satu kelas,hanya sesaat lalu hening
" nilai saya berapa,pak?" Tanya gue ke Pak Helmi,pertanyaan gue membuat semua murid dikelas menatap gue.Gue menengok kekanan dan kekiri
" kenapa? Ada yang salah?"tanya gue kesemua orang
"Permisi Pak Helmi" suara berat Pak Agung,kepala sekolah.
"Iya Pak" jawab Pak Helmi dan berjalan keluar menuju kepala sekolah.Mereka berbincang-bincang dan seisi kelas berusaha mencari tahu apa yang mereka bicarakan,sedangkan gue gak peduli dan memasangkan heatset diteling gue,walaupun yang gue lakukan ini melanggar peraturan sekali lagi,gue gak peduli.Beberapa saat kemudian Pak Helmi masuk dengan seorang murid dan gue dengan sigap meleaskan heatset lalu meletakkannya dilaci meja.
" Ya anak-anak,hari ini kalian memiliki satu teman baru.Silakan perkenalkan dirimu” ucap Pak Helmi kepada seluruh murid dan kepada murid baru.
“Hay,Nama saya Muhammad  Andika.Saya biasa dipanggil  Andika,saya pindah dari Bali.”
“Ada yang ingin ditanyakan?” tanya Pak Helmi kepada murid-murid
“Jika tidak ada,sekarang kamu boleh duduk di sebelah meja Shasa.Kenapa tidak duduk?” lanjut Pak Helmi
“Maaf ,Pak.Shasa itu yang mana ya?” Tanya anak baru
                “ Oiya saya lupa.Itu yang rambutnya dikuncir kuda” jelas Pak Helmi. Seketika gue berfikir ‘apa Cuma gue yang dikuncir kuda?’ saat gue melihat sekeliling,ternyata Pak Helmi benar.Hari ini Cuma gue yang dikuncir kuda,yang lainnya digerai membiarkan rambutnya terurai.            Anak baru itu langsung melangkah menuju meja yang berada disebelah meja gue.Pelajaran pun dilanjutkan,sampai pada akhirnya bel pulang berbunyi.Berjalan menuju pintu gerbang gue bersama Linda, dan Vivi sedangkan Raka berjalan ke parkiran untuk mengambil motornya.

                “Sha,ko lo gak ke parkiran nunggu Kak Dikha?” ucap Vivi
                “Iya,gue mau ketoko bunga dulu” terang gue
                “Vi,ayo” tiba-tiba suara Raka menyambar bagai petir
                “gue duluan ya guys.” Ucap Vivi sambil menaiki motor Raka
                “Lin,itu kayak mobil nyokap lo” ucap gue sambil menunjuk sebuah mobil silver
                “ iya,yaudah gue duluan Sha.bye” ucap Linda pergi meninggalkan gue sendirian.Gue menunggu bus yang tak datang-datang.Bosan rasanya.Gue memainkan handphoneuntuk menghilangkan perasaan bosan.Seketika gue baru sadar,kalau kotak kecil pemberian mamah yang gue pakai sebagai tempat heatset dan barang-barang kecil tertinggal dilaci kelas.                        Gue bergegas meninggalkan halte bus untuk kembali ke sekolah,baru saja gue berdiri.
                “Ini punya lo,kan?”  ucap seseorang
                “Anak baru? Iya ini punya gue. Makasih ya” ucap gue kegirangan
                “Iya sama-sama.Nama gue Andika bukan anak baru” jelas Andika ke gue
                “Iya,sorry gue lupa nama lo tadi.” Ucapan permohonan maaf gue ke Andika diikuti dengan duduk kembalinya gue dikursi halte bus.
                “ Lo pulang sendiri?” tanya Andika yang sekarang telah duduk disebelah gue. Gue menjawab pertanyaannya hanya dengan senyuman.Tiba-tiba gue mendengar seseorang memanggil nama gue dan berhasil membuat gue menengok kearah suara tersebut.
                “Shasa!” Ternyata Bagas yang memanggil
                “Kenapa,gas?” tanya gue.Bagas tidak menjawab,dia malah sibuk mencari sesuatu didalam tasnya.setelah menemukannya dia memberikannya kepadaku
                “Buat gue? Guekan gak ulang tauhun” ucap gue bingung mengapa Bagas memberikannya kotak yang besarnya sebesar buku paket.Bagas adalah senior gue disekolah,dia temannya Kak Dikha.Bagas pernah mengungkapkan perasaannya ke gue,tapi saat itu yang jawab bukan gue tapi Kak Dikha dan Kak Dikha gak setuju atau menolak.Sampai sekarang gue belum tahu kenapa Kak Dikha nolak cinta Bagas ke gue,jujur gue juga pasti nolak kalau saat itu Kak Dikha gak jawab.
                “iyalah.nanti ya gue kasih tau,sekarang gue buru-buru.Bye” jawab Bagas dan berlari sambil melambaikan tangannya ke gue.
" itu anak kenapa sih? Aneh " ucap gue dengan menatap kotak yang Bagas berikan.Setelah beberapa menit,ada seorang siswi perempuan yang mencari Bagas namanyaAyu,dia adalah perempuan yang menyukai Bagas dan selalu mengikuti kemanapun Bagas pergi.





sekian dulu,nantikan kelanjutannya ya.....
Thank's telah berkunjung




3 komentar:

  1. Akhirnya bisa baca cerita Nofa juga.
    Nof, saran dikit, ya. Kalo bisa setelah tanda titik atau koma dikasih spasi biar gak terlalu pusing bacanya.

    Ditunggu kelanjutannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih atas saran dan partisipasinya telah membaca blog ini

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus