Tanpa Judul
By:N.Etika
1
Aku
membuka mataku dengan malas-malasan.Kulirik jam dinding yang sudah menunjukkan
pukul tujuh pagi.Sinar mentari telah masuk kedalam kamarku melewati celah-celah
jendela,dan ku dengar suara kicauan burung yang selalu bernyanyi setiap pagi di
atas pohon didepan rumahku.Hoem...,Aku menguap.Rasanya masih ingin
bermalas-malasan lebih lama,ku tarik kembali selimutku.Sebelum selimut tebalku
kembali menyelimuti seluruh tubuhku,dering handphone-ku
nyaring masuk mengganggu telingku.Aku mendengus kesal,dengan malasnya aku
mengambil handphone yang berada
diatas meja sebelah ranjangku.
Astaga...,aku
lupa bahwa hari ini aku ada janji dengan Andre Laksono,ia adalah teman
SMP-ku.Ya,sebenarnya ia bukan hanya sekedar teman SMP biasaku tetapi,ia dan aku
pernah menjalin sebuah hubungan.Walaupun hubungan itu masih dianggap hanya
cinta monyet yang biasa terjadi di kalangan anak SMP.Tanpa berfikir panjang aku
langsung bergegas mandi untuk mempersiapkan diri.
“yang mana
yang harus ku pakai?”gumam ku dengan nada panik
Waktu terus berjalan dan sampai
saat ini aku masih bingung dengan pakaian apa yang harus ku kenakan.Akhirnya
aku menjatuhkan pilihanku pada mini dress selutut berwarna biru dengan sebuah
ikat pinggang coklat yang melingkar di pinggangku.Menambahkan sedikit polesan
diwajahku.
“oke,aku
siapJ” ucapku kepada bayangan diriku didalam
cermin
Aku berjalan menuruni tangga
rumahku,belum sepenuhnya turun tiba-tiba
“wihh...,tumben
udah wangi.mau kemana sih adik gue yang jelek.” Ledek Kak Dika sambil
memberantakan rambutku
Naradikha Pratama adalah seorang
kakak yang sangat menyebalkan bagiku,walaupun begitu dia juga sering aku
jadikan bahan percobaan
“ihh...,apaan
sih lo,kak.jadi berantakan nih rambut gue” Aku segera merapikan rambutku
kembali
“sorry
deh.kalau mau keluar jangan lupa beli pesenan gue.Woyy Shasa!!”
Tanpa memperdulikan
perkataannya,aku pergi meninggalkannya.
"Shasa,awas
sampai lo pulang gk bawa pesenan gue"
Lagi-lagi gue gak memperdulikan
perkataannya.
Sesampainya gue di cafe matahari,mata gue
langsung melihat kesana kemari,belum selesai mata gue nyari dia tiba-tiba
handphone gue berdering dan yap,andre yang nelpon.Tanpa berfikir panjang gue
angkat telpon Andre.
"Hallo" ucap kami berdua,tanpa
sengaja bersamaan
"Hahah" lagi-lagi kami berdua
berbicara bersamaan
"Ko
bisa bareng ya?mungkin kita masih jodoh"kata andre
"Hahah,,mulai
deh ngarep.oya ndre,loduduk dimana?" Kata gue dengan muka polos sambil
celingukan
"Gue
belum duduk" kata andre
"Oh lo
belum dateng?yaudah gue tunggu deh."kata ku kepadanya
"....."Tak
ada jawaban
"Hallo
ndre,lo masih ad.."
Belum sempat gue melanjutkan
perkataan,tiba-tiba ada dua telapak tangan yang menutup mata gue.Dengan kesal
gue marah
"Hey,ini siapa ya? Jangan main-main
dong"
"Ini
gue sha.Andre Laksono" bisik andre ditelinga gue dan berhasil membuat bulu
kuduk gue seketika berdiri
Dia melepaskan tanggannya dari
mata gue,dan gue berbalik badan menghadap dia.karena saat dia menutup mata gue
jarak kita dekat,alhasil sekarang membuat jarak gue dengan dia lebih dekat
lagi,hal itu bukannya membuat dia mundur,tetapi dia malah mengembangkan
senyuman dipipinya.
Deg,,membuat detak jantung gue
berdetak begitu cepat sama seperti saat 2 tahun lalu dia mengungkapkan
perasaannya ke gue.
Oh tuhan,apa yang yang sekarang harus
ku lakukan.keluhan batin itu membuat gue terlihat gugp didepannya.
“sha,ayo.”
Tanpa menunggu jawaban dari gue,dia langsung menarik tangan gue ke salah satu
meja yang terdapat di cafe tersebut.Ternyata dia telah memesan meja untuk kami.
“sha,gimana
sekolah lo?”tanya andre
“oke ko”
jawab gue dengan simple dan kembali meminum jus yang gue pesan
“Udah ada
pacar baru belum nih?” tanya dia dengan nada serius dan menatap gue
“uhukh
uhukh” mendengar pertanyaannya membuat gue tersedak jus yang gue minum.Dengan
sigap andre langsung mengambil tissue yang ada diatas meja dan memberikannya
kepada gue.
“aduh,maaf
sha maaf.Pertanyaan gue salah ya?” ucapnya dengan nada bersalah
“Enggak
ko,gue Cuma kaget aja tiba-tiba lo nanya kayak gitu” jawab gue dengan kalimat
yang mendukung bahwa dia tidak bersalah
Seketika keheningan terjadi di
meja kami,semua ini terjadi karena pertanyaan yang dilontarkan andre kepadaku
tadi.Aku memberanikan diri mencoba mengawali kembali percakapan yang sebelumnya kami lakukan.
“ndre,tentang
pertanyaan lo yang ta...” Belum selesai gue bicara,Andre memotongnya
“udah,gak
dijawab juga gak apa-apa ko.Lagi juga tadi gue cuma iseng aja”
“lo
kenapa sih ndre,ko jadi kaku gini?udah santai aja,lagi juga gue mau
jawab.setelah 2 tahun lalu gue gak minat untuk punya hubungan lebih dari teman sama
siapa pun” jelas gue
Ya,memang setelah putus dari
Andre aku belum menjalin hubungan lagi dengan lelaki manapun.Aku menjalin
hubungan dengan Andre selama 1 tahun dan putus dari dirinya karena dia menjalin
hubungan dengan wanita lain selain diriku.SELINGKUH.itulah yang dia lakukan
dulu kepada diriku.Bukan berarti sampai saat ini aku belum menjalin hubungan
itu karena takut di selingkuhi lagi,tetapi aku hanya ingin fokus dengan
sekolahku saja.
:):) Setelah mendengar jawabanku,kami kembali saling bercerita.Setelah lulus SMP kami memang tidak pernah bertemu dan baru hari ini kmi bertemu kembali.
"Nih,jangan lupa ganti uang gue" ucap gue sambil menyodorkan
buku pesanan kak dikha
"Gue kira lo lupa atau gak akan mau beliin pesenan gue."
Ucap girang kak dikha sambil baca buku sains yang baru gue beli
"Ya tadinya sih gue males beliinnya,lagi juga buku inikan udah
terbitan 3 tahun lalu.Terbitan kapan lo baru beli skrg.kudet sih
lo,kak."jawab gue dengan nada sedikit meremehkan kakak gue.
"Oh jadi gitu ya..."dia bicara sambil mengelitiki
pinggangku.
"Hahahahhhhaaaa...ampun-ampun hahah" jerit tawa gue memenuhi
rumah
"Hahhahah hahah" kak dikha ikut tertawa karena gue juga
membalas kelitikannya
'Ini
ada apa sih?suara kalian itu terdengar sampai garasi depan loh." Ucap
mamah gue yang datang secara tiba -tiba
"Eh mamah,ini mah kakak jail banget" gue mengadu ke mamah
dengan nada sedikit manja
"Mulai deh kambuh penyakit manjanya." Keluh kakak gue sambil
membaca buku sainsnya kembali.
"Yaampun kalian ini dari dulu lucu banget ya " ucap mamah
sambil memeluk gue sesaat
Dirumah
ini gue tinggal ber-empat bersama mamah,kak dikha dan bi' marni.Mamah sudah
lama pisah sama papah,cerai.Dan kabar terakhir yang gue tau dari mamah,sekarang
papah sudah memiliki keluarga baru di Singapura.Sekarang gue udah gak peduli
sama papah,begitu pula kak dikha.Tapi mamah selalu berkata "bagaimana pun
beliau orangtua kalian"
"Mah,aku ke kamar dulu ya."Ucap gue meminta izin ke
mamah,mamah hanya membalas ucapanku dengan senyuman
"Ngapain lo kekamar?" Tanya kak dikha tanpa beralih tatapan
dari bukunya
"Mau ngeracik racun,buat membunuh lo.hahah" jawab gue dengan
tertawa kemenangan dan segera berjalan
naik menaiki anak tangga menuju kamar
Baru
gue mau menghempaskan diri di ranjang
gue,suara ketukan pintu kamar yang baru beberapa menit gue tutup terdengar
ditelinga gue.”tok tokk tok...” kurang lebih begitulah suaranya.Dengan perasaan
kesal gue membuka pintu
“Hehehehhh...Sorry Sha.Gue mau
nanya sama lo” ucap kak dikha
“apaan?” jawab gue singkat
“Kemarin Nadya nitipin coklat
buat guekan?”tanya kak dikha dengan tatapan curiga
“Iya dan coklatnya u....” Belum
sempat selesai gue menjawab pertanyaannya,kak dikha langsung menuduh gue dengan
tuduhan yang sangat tepat dan benar
“Udah lo makan?! Ih lo tuh ya
Sha,itukan coklat buat gue” marah kak dikha
“Biasanya juga kalau kak dinda
nitip coklat ke gue buat lo,lo gak mau dan nyuruh gue makan.Nah,maka-nya
kemarin gue punya inisiatif sendiri untuk langsung makan coklatnya “
“Ya,tapi kan coklat yang kemarin
bukan dari Dinda.Ah,yaudahlah” ucap dia yang berlalu menuju kamarnya yang
berada di sebelah kamar gue
“Oh ya ge paham.Lo suka sama Kak
Nadya ya?”tebak gue dan berhasil memberhentikan langkahnya.
“APAAN SIH LO,SHA!” Amarah kak
gue semakin menjadi-jadi
“CIIEE KAK DIKHA SUKA SAMA KAK
NADYA,Hahahaha”Ledek gue ke kak dikha
“SHAAASSAAAAA...”Teriak kak
dikha sambil berbalik arah menuju kamar gue
Bruk*
Suara bantingan pintu bersamaan
dengan suara terbenturnya kepala kak dikha.Gue
berharap semoga kak dikha kenpa-kenapa.Hahahahh.Males juga gue mikirin kak
dikha,musuh terbesar dalam hidup gue.
Gue
dan kak dikha bersaing membuat racun yang paling ampuh dan hewan-hewan yang ada
di sekitar kita akan menjadi makhluk pertama yang mencobanya.Hoamm.Gue menguap
dan tanpa sadar gue tertidur.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu yang memiiki
irama yang sama seperti ketukan yang semalam mengetuk kamar gue.Ya,benar saja
lagi-lagi Kak Dikha mengetuk pintu kamar gue.
“Kenapa,Kak?”
tanya gue
“ Sha,cep....” belum selesai dia
berbicara gue udah memotong ucapannya
“ oh iya, sebentar kak.” Gue
masuk ke dalam kamar dan mengambil tas sekolah gue
“ Oke,Shasa siap.Ayo kak” Lanjut
ge dan menarik tangannya untuk menuruni tangga untuk bergegas berangkat
sekolah.
Gue
dan Kak Dikha semenjak mamah bercerai,kami sudah tidak pernah berpamitan
sebelum berangkat sekolah ke mamah karena mamah sudah pergi berangkat bekerja
ke kantornya.Gue selalu berangkat bersama Kak Dikha dengan sebuah sepedah
motor.
JLJL
“ Kak,nanti gue pulang gak sama lo ya.Gue mau ke toko bunga mamah
dulu” ucap gue
“ Iya,jangan sore-sore kalau
pulang” Nasihat Kak Dikha
“ Oke.” Ucap gue berlalu
meninggalkan Kak Dikha
"Shasa,lo ngagetin aja sih"ucap Vivi dengan kesalnya
"Maaf deh,lagi lo ngapain sendirian disini?" Tanya gue
"Gue lagi nungguin Raka,mau sarapan bareng" jawab Vivi
sambil senyam-senyum
"Oh gitu,yaudah gue mau ke perpustakaan dulu.bye" gue
berlalu meninggalkan Vivi,dan membuatnya kembali duduk sendirian menunggu
kekasihnya
"Shasa!"Seseorang memanggil gue,tapi gue gak menoleh
sedikitpun.Gue hanya berhenti sebentar dan kembali berjalan menuju
perpustakaan.
"Hey Shasa"Lagi-lagi suara itu menggangu langkah
gue.akhirnya gue menoleh kearah suara tersebut.
"Apa?" Ucap gue
"udah mau bel,ayo kekelas!" Ucap Linda,salah satu sahabat
gue.Mendengar hal tersebut,gue mengurungkan niat gue keperpustakaan.
Kata Linda udah mau bel,tapi
kenapa banya murid yang masih di luar kelas ahkan saat gue sampai dikelas XI
Ipa 2,ya itu kelas yang gue tempati.Ga ada satu murid pun yang berada di
dalamnya.Gue memandang kearah Linda,dengan polosnya dia tertawa.
“
Hehehehhhe.Tapi gue bingung deh sekarangkan udah jam 07.00 ko belum pada masuk
ya?” Tanya Linda ke gue dan membuat gue melirik jam dinding yang berada di
dalam kelas.
“
iya,ko belum masuk ya.” Ucap gue
“
Hey shasa,linda” seru Vivi dari kejauhan membuat gue dan Lindah menghadap kearahnya,Vivi
mendekati kami dan memberitahu sesuatu
“
Guru-guru lagi rapat,jadi pelajaran jam pertama kepotong” ucap Vivi dengansemangat
“
Yeeyy” seru kemenangan keluar dari mulut Linda
“
Oh gitu yaudah gue keperpus dulu ya” ucap gue
“
Perpus mulu” ujar Vivi
“
Mau belajar,Sha?” tanya Linda
“
Mau ngadem gue” jawab gue
“
Yah dikirain mau belajar” ucap Vivi
“
Oh iya nih tas gue,tolong ya...”ucap gue
sambil memberikan tas gue ke Linda
“
Makasih ” lanjut gue sambil mencubit pipi Linda dan berlalu menuju perpustakaan
Sampai di perpustakaan gue
mengambil tempat duduk dekat rak buku-buku agama,gue memilih duduk disitu
supaya gak ada setan perpus yang suka baca buku ngegangguin gue.Gue ngeluarin handphone dan heatset,niat ge kesinikan mencari ketenangan dan mendinginkan badan
bukan membaca.Daripada gue melamun lebih baikkan sambil denger musik.
Tiba-tiba ada yang menyentuh bahu
gue. “Sha..” ucap seseorang yang meyentuh bahu gue,ternyata orang itu adalah
kakak gue
“
Sha,tadi gue lewat kelas lo udah ada Pak Helmi” ucap kak dikha
“emang
udah bel masuk,kak?” tanya gue
“
Bel sekolahkan rusak.Udah sana kekelas!” Perintah kak dikha ke gue
“
Iya iya” jawab gue dan segera berjalan menuju kelas
Sampai di kelas dengan mengetuk
pintu gue berjalan masuk
“
Permissi Pak,maaf saya telat masuk” ujap gue
“
dari mana kamu?” tanya Pak Helmi
“
Saya dari per.....” belum sempat gue meneruskan jawaban gue,Linda udah
memotongnya. “ Perpustakaan,Pak.”
“
Yasudah duduk” ucap Pak Helmi
Gue duduk semeja sama Linda
sedangkan Vivi sama Raka.Meja gue berada tepat dibelakang meja Vivi dan
Raka.Pelajaran Matematika pun dimulai dengan serius tanpa ada suara apapun
didalam kelas,terkecuali suara kipas angin.Terasa begitu menegangkan,bagaimana tidak.Saat
ini Pak Helmi sedang membacakan nilai ulangan kami.
"Adi
nilai kamu 65.Dimana Adi? " tanya Pak Helmi sambil celingukan
" Adi
tidak hadir,pak" jawab Joni teman sebangku Adi.Pak Helmi melanjutkan
membaca.
"Linda
nilai kamu 80.Pertahankan!"
" iya pak"
jawab Linda kegirangan
"Raka
nilai kamu 75" ujar Pak Helmi
" Shasa
nilai kamu tertinggi" lanjut pak helmi
"
wihh"suara riuh satu kelas,hanya sesaat lalu hening
" nilai
saya berapa,pak?" Tanya gue ke Pak Helmi,pertanyaan gue membuat semua
murid dikelas menatap gue.Gue menengok kekanan dan kekiri
"
kenapa? Ada yang salah?"tanya gue kesemua orang
"Permisi
Pak Helmi" suara berat Pak Agung,kepala sekolah.
"Iya
Pak" jawab Pak Helmi dan berjalan keluar menuju kepala sekolah.Mereka
berbincang-bincang dan seisi kelas berusaha mencari tahu apa yang mereka
bicarakan,sedangkan gue gak peduli dan memasangkan heatset diteling gue,walaupun yang gue lakukan ini melanggar
peraturan sekali lagi,gue gak peduli.Beberapa saat kemudian Pak Helmi masuk
dengan seorang murid dan gue dengan sigap meleaskan heatset lalu meletakkannya dilaci meja.
" Ya
anak-anak,hari ini kalian memiliki satu teman baru.Silakan perkenalkan dirimu”
ucap Pak Helmi kepada seluruh murid dan kepada murid baru.
“Hay,Nama
saya Muhammad Andika.Saya biasa dipanggil Andika,saya pindah dari Bali.”
“Ada yang
ingin ditanyakan?” tanya Pak Helmi kepada murid-murid
“Jika tidak
ada,sekarang kamu boleh duduk di sebelah meja Shasa.Kenapa tidak duduk?” lanjut
Pak Helmi
“Maaf
,Pak.Shasa itu yang mana ya?” Tanya anak baru
“
Oiya saya lupa.Itu yang rambutnya dikuncir kuda” jelas Pak Helmi. Seketika gue
berfikir ‘apa Cuma gue yang dikuncir kuda?’
saat gue melihat sekeliling,ternyata Pak Helmi benar.Hari ini Cuma gue yang
dikuncir kuda,yang lainnya digerai membiarkan rambutnya terurai. Anak baru itu langsung melangkah
menuju meja yang berada disebelah meja gue.Pelajaran pun dilanjutkan,sampai
pada akhirnya bel pulang berbunyi.Berjalan menuju pintu gerbang gue bersama
Linda, dan Vivi sedangkan Raka berjalan ke parkiran untuk mengambil motornya.
“Sha,ko
lo gak ke parkiran nunggu Kak Dikha?” ucap Vivi
“Iya,gue
mau ketoko bunga dulu” terang gue
“Vi,ayo”
tiba-tiba suara Raka menyambar bagai petir
“gue
duluan ya guys.” Ucap Vivi sambil menaiki motor Raka
“Lin,itu
kayak mobil nyokap lo” ucap gue sambil menunjuk sebuah mobil silver
“
iya,yaudah gue duluan Sha.bye” ucap Linda pergi meninggalkan gue sendirian.Gue
menunggu bus yang tak datang-datang.Bosan rasanya.Gue memainkan handphoneuntuk menghilangkan perasaan
bosan.Seketika gue baru sadar,kalau kotak kecil pemberian mamah yang gue pakai
sebagai tempat heatset dan
barang-barang kecil tertinggal dilaci kelas. Gue bergegas
meninggalkan halte bus untuk kembali ke sekolah,baru saja gue berdiri.
“Ini
punya lo,kan?” ucap seseorang
“Anak
baru? Iya ini punya gue. Makasih ya” ucap gue kegirangan
“Iya
sama-sama.Nama gue Andika bukan anak baru” jelas Andika ke gue
“Iya,sorry
gue lupa nama lo tadi.” Ucapan permohonan maaf gue ke Andika diikuti dengan
duduk kembalinya gue dikursi halte bus.
“
Lo pulang sendiri?” tanya Andika yang sekarang telah duduk disebelah gue. Gue
menjawab pertanyaannya hanya dengan senyuman.Tiba-tiba gue mendengar seseorang
memanggil nama gue dan berhasil membuat gue menengok kearah suara tersebut.
“Shasa!”
Ternyata Bagas yang memanggil
“Kenapa,gas?”
tanya gue.Bagas tidak menjawab,dia malah sibuk mencari sesuatu didalam
tasnya.setelah menemukannya dia memberikannya kepadaku
“Buat
gue? Guekan gak ulang tauhun” ucap gue bingung mengapa Bagas memberikannya
kotak yang besarnya sebesar buku paket.Bagas adalah senior gue disekolah,dia
temannya Kak Dikha.Bagas pernah mengungkapkan perasaannya ke gue,tapi saat itu
yang jawab bukan gue tapi Kak Dikha dan Kak Dikha gak setuju atau menolak.Sampai
sekarang gue belum tahu kenapa Kak Dikha nolak cinta Bagas ke gue,jujur gue
juga pasti nolak kalau saat itu Kak Dikha gak jawab.
“iyalah.nanti
ya gue kasih tau,sekarang gue buru-buru.Bye” jawab Bagas dan berlari sambil
melambaikan tangannya ke gue.
" itu
anak kenapa sih? Aneh " ucap gue dengan menatap kotak yang Bagas
berikan.Setelah beberapa menit,ada seorang siswi perempuan yang mencari Bagas
namanyaAyu,dia adalah perempuan yang menyukai Bagas dan selalu mengikuti
kemanapun Bagas pergi.
sekian dulu,nantikan kelanjutannya ya.....
Thank's telah berkunjung
Akhirnya bisa baca cerita Nofa juga.
BalasHapusNof, saran dikit, ya. Kalo bisa setelah tanda titik atau koma dikasih spasi biar gak terlalu pusing bacanya.
Ditunggu kelanjutannya...
makasih atas saran dan partisipasinya telah membaca blog ini
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus